Index.php | SMK Negeri 2 Pekalongan
SMK Negeri 2 Pekalongan

Jalan Perintis Kemerdekaan 29 Pekalongan
Telp/Fax (0285)423200
email:smk2pekl@yahoo.com

Pengunjung Hari Ini : 2939
Total Pengunjung : 3,810,769
Sejak 2005-02-07 14:16:22
Anda Pengunjung ke : 3,810,769


Home
Tentang Kami
Kurikulum
Bahan Ajar
Kesiswaan
Data Base
Akuntansi
Administrasi Perkantoran
Pemasaran
TKJ

TP4
Math
index.php

Ini Daftar 10 Negara Tersehat di Dunia

KOMPAS.com - Kemajuan teknologi kedokteran, jaminan kesehatan yang baik, dan kesadaran dalam pencegahan penyakit telah meningkatkan angka harapan hidup secara drastis dalam beberapa dekade terakhir. Perbaikan ini tidak merata, namun kondisi kesehatan terus bevariasi antarbangsa.

Untuk menilai keadaan kesehatan suatu negara secara menyeluruh,  Wall Street mengulas sejumlah faktor yang secara umum dikategorikan sebagai indikator kesehatan, ukuran akses, atau ekonomi. Negara paling sehat dipimpin oleh negara yang memiliki nilai keseluruhan tertinggi, sementara negara terendah, yakni Sudan menerima angka paling rendah.

Berikut sepuluh negara tersehat di dunia:
10. Australia
Angka harapan hidup: 79,9 tahun (tertinggi ke-5)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 3,4 (terendah ke-21)
Biaya kesehatan per kapita: $6.140 (tertinggi ke-6)
Tingkat pengangguran: 5,7 persen (terendah ke-58)

Berdasarkan penilaian dari perilaku kesehatan dan hasilnya, akses terhadap fasilitas kesehatan, serta faktor ekonomi yang beragam, Australia berada di peringkat sepuluh negara tersehat di dunia. Sistem perawatan kesehatan nasional yang kuat bila dibandingkan dengan negara lainnya menjelaskan peringkatnya.

Terdapat 3,3 dokter per 1.000 orang Australia pada tahun 2011, tertinggi ke-26 dari 174 negara yang ditinjau, dan juga dua kali lebih dari prevalensi global yang hanya 1,5 dokter per 1.000 orang.

Pendapatan perkapita negara ini keenam tertinggi dari semua negara yang dinilai dan hampir enam kali dari pengeluaran global yaitu $ 1.030 per kapita. Sebagian dari hasilnya  menunjukkan bahwa penduduk di negara ini memiliki angka harapan hidup terpanjang di dunia, yakni mendekati 80 tahun pada 2012. Namun Australia juga memiliki tingkat obesitas yang cukup tinggi, sekitar 28, 6 persen, serta tingkat konsumsi alkohol yang tinggi.

9. Swedia
Angka harapan hidup: 79,9 tahun (tertinggi ke-5)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 2,4 (terendah ke-8)
Biaya kesehatan per kapita: $5.319 (tertinggi ke-10)
Tingkat pengangguran: 8,1 persen (tertinggi ke-62)

Seperti kebanyakan negara tersehat lainnya, Swedia memiliki jaminan kesehatan sosial, dengan pasien hanya membayar sedikit dari biaya kesehatan tersebut. Pengeluaran tahunan kesehatan di negara ini berjumlah $5.319 per kapita, disebut sebagai pengeluaran tertinggi ke-10 sedunia. Tingginya pengeluaran perawatan keseahtan dan jangkauan biaya yang kuat menghasilkan kesehatan yang baik bila dibandingkan dengan negara lain.

Hanya ada 2 kematian bayi per 1.000 kelahiran dan empat kematian ibu per 100.000 kelahiran di Swedia. Angka tersebut mendekati angka terendah kematian ibu dan bayi di dunia. Penduduk di Swedia juga hidup lebih lama dari kebanyakan orang, dengan angka harapan hidup saat lahir kira-kira 80 tahun. Akan tetapi bila dibandingkan dengan negara sehat lainnya, angka pengangguran di Swedia pada tahun 2013 mencapai 8,1 persen dan itu cukup tinggi.

8. Singapura
Angka harapan hidup: 79,9 tahun (tertinggi ke-5)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 2,2 (terendah ke-5)
Biaya kesehatan per kapita: $2.246 (tertinggi ke-22)
Tingkat pengangguran: 2,8 persen (terendah ke-13)

Negara tetangga ini memiliki kekuatan ekonomi yang sangat kuat. Kurang dari 3 persen tenaga kerja di Singapura menganggur pada tahun 2013, salah satu tingkat terendah pengangguran di dunia. GDP Singapura per kapita pada tahun 2013 yaitu $55.182, yang merupakan pengeluaran ekonomi tinggi sedunia. Selain ekonomi, biaya kesehatannya juga baik.

Tingkat obesitas di negara ini mencapai 6,2 persen yang merupakan salah satu tingkat terendah di seluruh dunia, dan lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara sehat lainnya. Seorang anak yang lahir diperkirakan memiliki harapan hidup hingga mendekati 80 tahun.

Bila sistem jaminan kesehatan di negara lainnya adalah universal, terutama seperti banyak negara sehat lainnya, Singapura memiliki sistem yang unik. Warga harus memiliki tabungan dana untuk biaya pengobatan yang disimpan dalam Rekening Medisave. Pendaftaran asuransi bencana dan kesehatan diwajibkan untuk semua warga, meskipun mereka dapat memilih untuk keluar.

7. Austria
Angka harapan hidup: 78,4 tahun (tertinggi ke-20)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 3,2 (terendah ke-15)
Biaya kesehatan per kapita: $5.407 (tertinggi ke-9)
Tingkat pengangguran: 4,9 persen (terendah ke-45)

Pengeluaran layanan kesehatan di Austia berjumlah $5.400 per kapita tiap tahunnya, tertinggi kesembilan dari seluruh negara yang ditinjau. Seperti negara sehat lainnya, pengeluaran kesehatan yang tinggi di Austria membantu meningkatkan jumlah dokter dan kualitas pelayanan kesehatan. Setidaknya ada 5 dokter per 1.000 penduduk pada tahun 2011, yang merupakan peringkat keempat tertinggi sedunia.
 
Pemerintah Austria juga mengontrol sebagian besar fungsi dari sistem pelayanan kesehatan negara tersebut. Meski masuk dalam salah satu negara yang paling sehat, hampir setengah dari orang dewasa di sana dilaporkan memiliki kebiasaan merokok pada tahun 2011, termasuk jumlah perokok yang tinggi di seluruh dunia.

6. Islandia
Angka harapan hidup: 81.6 tahun (tertinggi)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 1,6 (terendah)
Biaya kesehatan per kapita: $3.872 (tertinggi ke-16)
Tingkat pengangguran: 5,6 persen (terendah ke-56)

Berdasarkan populasinya, Islandia jumlahnya terkecil di antara negara tersehat lainnya. Islandia merupakan negara tersehat keenam karena sebagian nesar memiliki angka harapan hidup paling tinggi, yakni 81,6 tahun yang lebih panjang dari Swiss, negara dengan angka harapan hidup tertinggi kedua.

Sekitar 18 persen perempuan dewasa Islandia merokok, menjadikannya peringkat ke-88 tertinggi di seluruh dunia, sementara 19 persen laki-laki dewasa merokok, tertinggi ke-17 sedunia. Islandia juga memiliki angka kematian bayi yang rendah, yaitu 1,6 kematian per 1.000 kelahiran. Rendahnya tingkat kematian bayi masih tetap dicapai meskipun sekitar 91 persen anak usia 12 sampai 23 bulan menerima vaksin DPT - difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus serta campak.

5. Jepang
Angka harapan hidup: 79,9 tahun (tertinggi ke-4)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 2,1 (terendah ke-3)
Biaya kesehatan per kapita: $4.752 (tertinggi ke-11)
Tingkat pengangguran: 4 persen (terendah ke-32)

Dengan jumlah penduduk 127 juta orang, Jepang merupakan negara dengan penduduk terbanyak dalam peringkat 10 negara tersehat di dunia. Ironisnya, mereka mempunyai angka kematian tertinggi dalam daftar ini, yakni 10 dari 1.000 orang. Sekitar seperempat dari populasi mereka berusia di atas 65 tahun pada 2014, dan itu menjadi bukti umur panjang dan kesehatan masyarakat Jepang.

Satu faktor yang berpartisipasi dalam tingkat kesehatan mereka yakni angka obesitas orang dewasa di Jepang hanya 3,3 persen. Jumlah tersebut merupakan terbaik ketujuh di dunia dan paling baik di antara 10 negara tersehat.

Di samping ranking tingginya, Jepang memiliki tingkat merokok yang relatif tinggi pada pria dan wanita, serta tingkat emisi CO2 yang tinggi yaitu 9,2 metrik ton per kapita. Itu hampir dua kali lipat rata-rata global yang sebesar 4,9 metrik ton per kapita. Tingkat tuberkulosis di Jepang berkisar 18 per 100.000 orang, jauh di bawah tingkat global dengan total 126 per 100.000 orang.

4. Luxemburg
Angka harapan hidup: 79,1 tahun (tertinggi ke-16)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 1,6 (terendah)
Biaya kesehatan per kapita: $7.452 (tertinggi ke-4)
Tingkat pengangguran: 5,9 persen (terendah ke-63)

Dengan anggaran layanan kesehatan terbesar keempat, Luxemburg juga memiliki hasil kesehatan terbaik keempat. Negara di Eropa ini juga memiliki tingkat kematian terendah pada bayi dan anak di bawah usia 5 tahun. Tetapi seperti kebanyakan 10 negara tersehat, Luxemburg relatif memiliki angka kematian yang tinggi. Namun alasannya cukup kuat, karena secara keseluruhan negara tersebut memiliki angka konsumsi alhokol pada penduduknya hingga 11,9 liter per kapita, serta angka obesitas tinggi yang mencapai 23,1 persen.

3. Swiss
Angka harapan hidup: 80,6 tahun (tertinggi ke-2)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 3,6 (terendah ke-24)
Biaya kesehatan per kapita: $8.980 (tertinggi ke-2)
Tingkat pengangguran: 4,4 persen (terendah ke-40)

Dengan angka harapan hidup tertinggi kedua dari seluruh dunia, Swiss merupakan negara tersehat nomor tiga di dunia. Negara ini memiliki 3,9 dokter per 1.000 penduduk, dengan rasio tertinggi kesembilan dari 172 negara yang ditinjau. Swiss menduduki peringkat atas meskipun memiliki angka kematian yang juga tinggi, yaitu 9 kematian per orang serta faktor risiko yang lazim.

Konsumsi alkohol per kapita di Swiss yakni 10,7 liter yang hampir 73 persen lebih tinggi daripada rata-rata di dunia. Diperkirakan 22 persen wanita dewasa dan 31 persen pria dewasa merokok. Insiden tuberkulosis di Swiss pun mencapai 6,5 kasus per 100.000 orang, menjadikan Swiss negara tertinggi ke-16 di dunia terkait tuberkulosis.

Di samping kebiasaan kurang sehat tersebut, hampir seluruh warga Swiss sangat sehat, kemungkinan disebabkan oleh anggaran pelayanan kesehatannya. Anggaran tahunan sebesar $8.980 per kapita merupakan angka tertinggi kedua secara global.

2. Norwegia
Angka harapan hidup: 79,9 tahun (tertinggi ke-5)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 2,3 (terendah ke-6)
Biaya kesehatan per kapita: $9.055 (tertinggi)
Tingkat pengangguran: 3,5 persen (terendah ke-22)

Norwegia menghabiskan lebih banyak anggaran pada layanan kesehatan dibanding dengan negara lainnya. Pengeluaran tahunan untuk layanan kesehatan mereka berjumlah $9.055, memimpin Swiss dan Amerika Serikat. Norwegia pun mempunyai tingkat kematian tinggi, yakni 8,4 kematian per 1.000 orang, enam kali lebih  banyak dari Qatar. Namun tingkat kematian bayi dan anak di bawah lima tahun serta angka harapan hidup bayi termasuk dalam jajaran 10 besar dari seluruh dunia.

Negara di Eropa Utara ini memiliki perekonomian yang kuat, serta para penduduknya memiliki akses ahli dan fasilitas kesehatan terbaik di dunia. Mereka memiliki akses dan pelayanan terbaik kedua, tercermin dari air bersih dan seluruh masyarakat yang memiliki akses listrik. Setidaknya ada 4 dokter per 1.000 orang di negara ini, dan ini tergolong paling tinggi.

1. Qatar
Angka harapan hidup: 77,6 tahun (tertinggi ke-28)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 7,0 (terendah ke-44)
Biaya kesehatan per kapita: $2.029 (tertinggi ke-25)
Tingkat pengangguran: 0,5 persen (terendah ke-2)

Sementara Qatar menduduki peringkat pertama negara tersehat versi 24/7 Wall St, ini satu-satunya negara dari 10 negara tersehat tidak memiliki sistem pelayanan kesehatan nasional. Mereka sedang dalam proses peralihan ke jaminan universal.

Qatar berencana mencakup biaya kesehatan seluruh penduduknya pada akhir tahun ini. Dengan 7,7 dokter per 1.000 orang, sistem kesehatan mereka sudah sangat baik. Negeri timur tengah ini sangat baik dalam bidang kesehatan, akses, dan langkah-langkah ekonominya, terutama pada tingkat kematian yang relatif rendah secara keseluruhan yakni 1,4 kematian per 1.000 orang, serta angka kematian ibu yang juga relatif rendah.

Negara ini melindungi warganya dari penyakit dengan cara pemberian vaksin. Sebanyak 99 persen anak-anak di Qatar menerima vaksin DPT dan campak. Namun seperti di beberapa negara makmur dan sehat lainnya, Qatar ternyata memiliki tingkat obesitas tertinggi kedua di dunia. (Purwandini Sakti Pratiwi)

Sumber :

http://health.kompas.com/read/2015/04/25/120000123/Ini.Daftar.10.Negara.Tersehat.di.Dunia.Bag.1.

http://health.kompas.com/read/2015/04/25/122500023/Ini.Daftar.10.Negara.Tersehat.di.Dunia.Bag.2.

Copyright © 2014 | Tim IT SMK 2 Pekalongan