Index.php?menu=vm | SMK Negeri 2 Pekalongan
SMK Negeri 2 Pekalongan

Jalan Perintis Kemerdekaan 29 Pekalongan
Telp/Fax (0285)423200
email:smk2pekl@yahoo.com

Pengunjung Hari Ini : 1297
Total Pengunjung : 3,755,208
Sejak 2005-02-07 14:16:22
Anda Pengunjung ke : 3,755,208


Home

Tentang Kami

Kurikulum

Bahan Ajar

Kesiswaan

Data Base

Akuntansi

Administrasi Perkantoran

Pemasaran

TKJ

TP4

Math
index.php?menu=vm

Terisolasi 11.000 Tahun, Orang Yanomami Jadi Manusia dengan Usus Terkaya
 
KOMPAS.com — Terisolasi selama 11.000 tahun dan sangat minim kontak dengan manusia era industri, orang-orang Yanomami Amerindian menjadi manusia yang punya keragaman bakteri usus tertinggi.

Fakta itu terungkap berkat penelitian ilmuwan dari New York University dan Washington University yang dipublikasikan di jurnal Science Advance, Kamis (17/4/2015).

Para ilmuwan mengumpulkan sampel bakteri pada kulit, mulut, dan feses milik orang-orang Yanomami pada 2009. Pengumpulan sampel telah disetujui oleh kepala masyarakat adat tersebut serta setiap orang yang diambil sampelnya.

Ilmuwan lalu menganalisis keberagaman bakteri dan membandingkannya dengan sampel dari orang Amerika Serikat serta suku Guahibo Amerindian di Venezuela dan orang desa di Malawi.

Hasil riset mengungkap bahwa orang-orang Yanomami punya keragaman bakteri usus tertinggi, dua kali lipat lebih banyak dari orang Amerika Serikat serta 30-40 persen lebih tinggi dari orang Guahibo dan Malawi yang lebih banyak berinteraksi dengan budaya industri.

Salah satu bakteri pada pencernaan orang Yanomami berperan penting bagi kesehatan, yaitu mencegah pembentukan batu ginjal.

Selain punya keragaman bakteri tertinggi, orang Yanomami juga memiliki bakteri usus yang resisten terhadap antibiotik. Resistensi pada antibiotik itu disebabkan oleh adanya 28 gen pada genom bakteri.

"Ini bukti bahwa resistensi antibiotik itu alami, cuma perlu diaktivasi dan diamplifikasi setelah penggunaan antibiotik," kata Gautam Dantas dari Washington University.

Dengan resistensi itu, pemberian antibiotik masih bisa membunuh beberapa bakteri. Namun, ketika gen resisten "dinyalakan" oleh bakteri tertentu, aktivitas antibiotik bisa dihambat sehingga kerjanya tidak efektif.

Meski punya bakteri usus tinggi, bakteri pada kulit dan oral pada orang Yanomami ternyata sama saja dengan orang Amerika Serikat serta orang Guahobi dan Malawi.

Diberitakan Livescience, Senin (20/4/2015), riset memberi dua gagasan kepada para ilmuwan. Pertama adalah perlunya terus mengupayakan antibiotik agar perang melawan penyakit infeksi efektif. Kedua ialah riset tentang peran bakteri usus untuk memerangi epidemi masa kini, seperti diabetes dan obesitas.
 
Sumber :
http://sains.kompas.com/read/2015/04/21/14514291/Terisolasi.11.000.Tahun.Orang.Yanomami.Jadi.Manusia.dengan.Usus.Terkaya
Copyright © 2014 | Tim IT SMK 2 Pekalongan